Selasa, 14 Februari 2012

Puisi untuk ibunda tercinta
( bunda, jaraklah yang memisahkan kita )
                                                               
Saat malam datang
Sunyi pun menggelora merasuk jiwa,
Padamkan karamaian
Sunyi pun tumbuh dengan subur disetiap sudut                                               

Langit yang tadinya begitu elok
Jadi???????
Kelam…..
Kelam dan semakin kelammm

Tapi….
Oooooooh betapa hangatnya kasihmu ibu…
Terasa menembus palung kalbu


Jikalau mentari pun pernah lelah hangatkan jiwa
Engkaulah pelita hati yang kekal abadi
Engkaulah sumber energy
Semangat hidupku (kemarin, besok, selamanya)

Duhai bunda….
Ibaratkan aku adalah kapal…
Engkaulah kompas,
Yang selalu tunjukkan kebenaran

Bunda … bunda … bundaaa
Akankah kau disana rindukan aku???
Akankah disana kau risaukan aku???
Pastilah itu yang kau rasakan
Pastilah itu yang selalu menghantuimu

“dear bunda…..
                Ku tahu
                Apa yang jadi kerisauanku,
                Kau pun pasti rasakan jua”

Bukankah anakmu ini sudah besar???
Percayalah…
Anakmu ini fighter sejati
Tentunya….
Dengan ridhomu
Petuahmu
Do’amu

Bunda, syurga Allah yang bisa membayar jasamu
Karena ….
Engkaulah surya jiwa kekal abadi sampai mati
                                                                                                By : Lutfiansyah
 (yang ingin Engkau selalu tersenyum)